setiap ketikan mempunyai makna

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Short story
  • poem
  • Fiction
  • Non Fiction
Kenapa selalu pertengkaran, kenapa harus ada kata pisah, udah, dan putus. Siapa juga yang menciptakan 3 kata tersebut. Kenapa apa-apa harus diselesaikan dengan pertengkaran, ego masing-masing sudah sebesar cartenz, ditambah ego berdua jadi seluas laut nil. Oke, mungkin imi hiperbola. Yang selalu menjadi pertanyaan, kenapa setiap hubungan selalu ada pertengkaran, selisih paham, salah paham, dan lainnya yang membuat pertengkaran itu ada?

Sesulit itu kah bagi seorang pria untuk lebih peka? Terutama dalam penggunaan bahasa. Apa memang secara pribadi harus mendapatkan pasangan yang selalu seperti ini? tata bahasa yang amburadul, tidak peka, dan tidak romantis. Hmm, masih sering bercermin sampai detik ini dan membatin tentunya.

Apa iya semua pasangan yang dirasa sudah layak selalu memiliki 3 kepribadian tersebut? Terus? Nantinya? Setelah 3 kepribadian itu lebih baik mereka menghilang? Enggak ngerti kenapa harus ada di situasi seperti ini. Enggak ngerti juga kenapa harus mengalami?

Kenapa juga harus disangkutpautin sama masa lalu terus? Salahmu, ben! Nyiksa diri, sakit hati berkepanjangan :(
Masa laluku enggak pernah mengusik masa depanku tapinya :( terus kenapa masa lalunya ngusik masa depannya? Kayak spion kendaraan yang mana harus menengok terus ke belakang.

Benar adanya kami saling sayang tapi ego kami melumpuhkan kasih sayang itu :( sampai enggak tersisa sedikitpun. Sekalinya tersisa hanya sebuah penyesalan dan maaf.

Maaf, kenapa juga harus dikeluarkan setelah berdebat panjang kali lebar? Kenapa enggak di awal kalimat mengucap maaf dan berusaha lebih santai. Enggak paham lagi apa yang sedang terjadi oleh kami. Bikin pusing, bikin vertigo kambuh, bikin pernapasan susah bernapas.
Kita enggak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan. Kita bisa berusaha, namun apapun hasilnya tetap tuhan yang berkehendak.

Sedang berada di masa-masa di mana hidup penuh kebingungan dan entah harus melakukan apa lagi. Punya teman tapi rasanya tidak punya. Punya sahabat seperti tidak punya. Punya pacar seperti tidak punya. Semua teman-teman yang mendekat terkesan ada keinginan terselubung. Entah kenapa malah menjadi pribadi yang lebih selektif. Selektif dalam hal apapun termasuk pertemanan. Banyak teman tapi merasa kesepian. Banyak teman namun tidak pernah memberikan solusi, memberikan pendapat, jangankan kedua point tersebut. Mendengar keluh kesah atau curhat saja mereka enggan. Yang mereka ingat hanya popularitas dan pembagian pekerjaan.

Untuk part pasangan pun juga demikian. Terkesan seperti hantu, antara ada dan tiada. Tidak pernah hadir ketika dalam kesusahan. Entah apa yang ada di pikirannya, tapi itulah yang terjadi.

Seperti sudah melakukan segalanya, sampai-sampai bingung harus melakukan apalagi.
Sebenar-benarnya cinta itu memang menyakitkan, mengecewakan, dan pahit.
Kita enggak akan pernah tau apa yang terjadi pada diri kita di masa depan. Meskipun kita sudah menetukan akan seperti apa dan bagaimana, tetap tuhan punya kehendak dan rencana lain yang kita tidak bisa ketahui.

Ada banyak alasan mengapa kamu berlaku demikian. Begitu juga sebaliknya, ada banyak alasan mengapa aku berlaku demikian. Kita masing-masing memiliki alasan yang mungkin kita sudah menyadarinya, namun diri sendiri enggan menyatakannya.

Lalu bagaimana denganku? Kok denganku? Apa aku tidak peduli denganmu? Ini giliranku, bolehkan? Aku sedang menahan hati yang teriris dari setiap sikapmu yang tak kunjung berubah :) lalu aku bagaimana? Diam saja bukan. Ya, itulah yang kamu minta. Tidak banyak menutut, semua dijalankan secara mengalir saja :) siap. Ku laksanakan.

Aku, sudah kehabisan kata-kata lagi untuk bersuara. Entah apa lagi. Terserah apapun yang kamu lakukan. Terserah :)
Aku tidak peduli (lagi). Aku sedang memikirkan rasa sakit di hatiku :)
Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • :)
  • Tengkar melulu
  • Kita Hanya Bermain Perasaan
  • ~
  • Sembunyi-sembunyi
  • :)
  • Kesabaran yang tiada berarti lagi
  • Tidak pernah minta maaf
  • Kamu menyerah
  • Aku pernah

Copyright © 2016 setiap ketikan mempunyai makna. Created by OddThemes